BLOG » Artikel

Bagaimana Menulis Daftar Pustaka

Bagaimana Menulis Daftar Pustaka

Daftar Pustaka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai “daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan keterangan lainnya, yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku dan disusun berdasarkan abjad”. Mengapa harus ada daftar pustaka? Hal ini tentu berkaitan dengan fungsi dari Daftar Pustaka sendiri, yaitu sebagai berikut.
·         Pertanggungjawaban ilmiah terhadap gagasan orang lain yang telah digunakan.
·         Menjelaskan atau memperkuat gagasan si penulis dalam sebuah karya ilmiah.
·         Daftar perincian karya tulis yang memuat sumber-sumber pustaka atau referensi yang digunakan oleh peneliti.
·         Sumber referensi bagi pembaca.
·         Bentuk apresiasi kepada penulis atas ide atau gagasannya yang telah dipakai sebagai bahan referensi karya yang digunakan oleh si penulis.
·         Menghindarkan si penulis dari dugaan plagiasi. 
Nah, berikut tips menulis Daftar Pustaka yang baik dan benar untuk para sahabat Bitread. Pertama, klasifikasikan sumber referensi yang didapat, apakah dari buku, artikel surat kabar, majalah, jurnal, skripsi, tesis, disertasi, arsip/dokumen dan website. Beberapa dari jenis sumber referensi tersebut memiliki urutan penulisan yang berbeda beda.
1.      Buku
Menulis Daftar Pustaka dari buku memiliki urutan sebagai berikut.
a.       Nama pengarang (diawali dengan nama belakang, diselingi koma, lalu nama depan)
b.      Tahun penerbitan
c.       Judul buku (ditulis dengan huruf miring dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata penghubung)
d.       Kota terbit  
e.        Nama penerbit
Contoh:  Ananta Toer, Pramudya. 1980. Bumi Manusia. Jakarta: Hasta Mitra
2.      Artikel Surat kabar dan Majalah
a.       Nama Penulis artikel (jika ada)
b.      Judul artikel (ditulis dengan huruf cetak normal dan huruf besar pada setiap awal kata, kecuali kata penghubung).
c.       Nama majalah/koran (ditulis miring dengan huruf besar pada setiap awal kata).
d.      Tanggal terbit atau edisi penerbitan (khusus untuk majalah).
e.       Nomor halaman.
Contoh:  
·         Surat Kabar: 
Supriyadi, 1985. Ali Sadikin Jadi Saksi Perkara HMF. Angkatan Bersenjata, 5 November 1985. Hlm 1. 
·         Majalah
Misi Petisi 50 Babak Kedua Hoegeng, Salah Satu Tokoh Petisi 50, ke Luar Negeri H.R.Dharsono Menyusul. Editor. NO.4/THN.VI/13 Juli 1993. hlm 29.
3.      Jurnal
Jurnal sendiri terbagi menjadi dua ada Jurnal cetak dan Jurnal Online atau Jurnal Digital. Berikut penulisan daftar pustaka dari Jurnal:
a.       Nama Penulis
b.      Tahun Penerbitan Jurnal.
c.       Judul Jurnal.
d.      Nama Penerbit.
e.       Penulisan volume atau edisi jurnal”.
f.        Alamat ULR ( jika Jurnal didapat dari Internet)
g.      Tanggal pengambilan Jurnal
Contoh: Madona, 2012. Genk Motor dan Remaja. LBH: Volume 1 No. 3. 8 September 2012.
4.      Skripsi/Thesis/Disertasi
a.       Nama penulis
b.      Tahun terbit
c.       Judul Skripsi/Tesis/Disertasi (diawali dan diakhiri dengan tanpa petik (“..”) )
d.      Nama fakultas atau program Pascasarjana
e.       Nama Universitas
f.        Kota
Contoh : Atmadja, Rosalie Soeria.1991. “Institut Teknologi Bandung 1920-1964; Studi Tentang Perkembangan Technische Hogereschool Menjadi Institut Teknologi Bandung”. Fakultas Ilmu Budaya. Univeristas Padjadjaran. Bandung
5.      Arsip/Dokumen
a.       Judul dokumen
b.      Nomor dokumen
c.       Tanggal dikeluarkan
d.      Kota
e.       Dikeluarkan oleh siapa
Contoh: Surat Perintah Gubernur Akademi Militer Nasional No:SP-213/12/1959, 21
Desember 1959. Magelang: Sekretariat Gubernur Akademi Militer.
6.      Website
a.       Nama penulis artikel (Jika ada)
b.      Tahun terbit (Jika tersedia)
c.       Judul artikel
d.      Alamat URL
e.       Tanggal dan jam saat diakses
Contoh: Ali Sadikin dan Dharsono. 1984. https://store.tempo.co/foto/detail/P3007200200055/alisadikindharsono, 5 Desember 2015, Jam 11:30.
Kedua, Daftar Pustaka harus diurutkan secara alfabetis dengan pengunaan spasi tunggal. Baris pertama pada Daftar Pustaka dibuat rata kiri dan baris kedua dibuat menjorok ke dalam. Pemberian tanda titik dilakukan setelah nama pengarang, setelah tahun terbit, setelah judul buku dan setelah menulis nama penerbit. Tanda koma dilakukan sebagai pemisah antara nama belakang dengan nama depan pengarang.  Contoh: Suprapto (nama belakang pengarang) , Adi (nama depan pengarang). Pemberian tanda titik dua dilakukan setelah menuliskan nama kota terbit.  Perlu diingat jika ada kesamaan nama penulis tidak perlu ditulis ulang namanya hanya digantikan dengan simbol garis.
Contoh :
Notosusanto, Nugroho dkk. 1992.Sejarah Nasional Indonesia jilid VI. Jakarta: Balai Pustaka
 ------------------------------------- .2008.Sejarah Nasional Indonesia jilid V. Jakarta: Balai Pustaka
 
Tidak semua buku diwajibkan menggunakan daftar pustaka. Karya fiksi novel atau cerpen misalnya, jarang dilengkapi daftar pustaka, sebab penulisannya lebih banyak mengandalkan pengalaman dan imajinasi penulis. Begitulah tips untuk para sahabat Bitread demi memudahkan penulisan daftar pustaka. Semoga bermanfaat.[Amy]
 
 
Sumber:
Kurnia, Amalia Nurhidayah. 2016. “Hartono Rekso Dharsono dari Militer menjadi Tokoh Oposisi Orde Baru”. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Bandung.
Kamus Besar Bahasa Indonesia jilid VI
http://www.anneahira.com/daftar-pustaka.htm.
http://expresisastra.blogspot.co.id/2013/12/Cara-Menulis-Daftar-Pustaka-Berdasarkan-Jenis-Sumber-yang-Digunakan.html
http://www.ilmusiana.com/2016/01/9-contoh-penulisan-daftar-pustaka.html
http://www.imuzcorner.net/2013/07/daftar-pustaka-jurnal-koran-dan-majalah.html
http://www.pengertianahli.com/2015/01/pengertian-dan-contoh-daftar-pustaka.html
 
 
 

Leave a review