BLOG » Artikel

6 Tips Mengatasi Writer Block

6 Tips Mengatasi Writer Block

Pernahkah kamu merasa tulisan hancur lebur bagai bubur, kehabisan ide menentukan konflik menarik, atau kehilangan ide cerita dan ending-nya? Kondisi itulah yang dinamakan writer block. Hal yang paling parah jika writer block tidak segera diatasi adalah munculnya rasa malas untuk menulis yang berujung molornya naskah. Nah, berikut beberapa tips ringan mengatasi writer block yang bisa kamu coba.

1. Mendaur Ulang Tulisan Lama
Ketika kamu merasa kehabisan ide, cobalah untuk membuka kembali tulisan lamamu. Naskah lama ini bisa menjadi sumber inspirasi untuk tulisan berikutnya, lo.

2. Review Buku/Film/Produk
Saat mentok ide, tidak ada salahnya sedikit refreshing dengan membaca buku atau menonton film kesukaan. Selanjutnya, buatlah review dari buku dan film tersebut.

3. Silaturahmi
Meet up bersama teman, mengunjungi tempat-tempat favorit, atau berkunjung ke rumah orang tua dan saudara bisa menjadi cara memecah kebuntuan ide. Selain itu kamu pun dapat bergabung dalam komunitas menulis dan berinteraksi dengan teman-teman sesama penulis. Dijamin writer block langsung bablas, deh!
 
4. Menceritakan Pengalaman Saat Mengalami Kegagalan
Menuliskan kegagalan? Untuk apa? Bukankah itu memalukan? Tentu saja tidak. Apalagi jika tulisan tersebut mampu menginspirasi banyak orang agar tidak melakukan kesalahan yang sama. So, tidak ada salahnya menulis pengalaman kegagalan yang pernah kamu alami supaya bisa menjadi pembelajaran untuk orang lain.
 
5. Menulis dengan Teknik Free Writing
Teknik free writing cukup mudah dilakukan oleh seorang penulis yang kebanyakan berpikir dan dominan otak kiri. Apa, sih, free writing ini? Free writing adalah menulis secara asal, menuangkan apapun yang terlintas di otak. Tidak perlu berpikir tentang bagus atau tidak. Cukup lima belas menit setiap hari menulis dengan teknik ini, dijamin writer block enggan datang.
 
6. Membuat Pondasi Awal
Pondasi awal sebuah naskah meliputi judul naskah, mind maping, detail naskah, jadwal target harian atau mingguan, dan konsisten menulis. Beri reward jika deadline tercapai dan hukuman saat molor dari deadline. Terus fokus menulis dan bayangkan buku itu selesai  serta terbit.
 
Selain beberapa langkah di atas, kamu pun dapat mengalihkan perhatian sejenak dari naskah, misalnya dengan melakukan kegiatan lain di luar menulis. Usahakan pula memilih waktu ternyaman untuk menulis, ya. Nah, kini saatnya meyakinkan diri bahwa writer block hanyalah halangan kecil yang dapat diatasi dengan mudah. Selamat menulis dan tetap semangat berkreasi!

Leave a review