A Cup of Espresso

( 0 Hal color + 158 B/W )

Mandira pertama kali bertemu Hans saat masa orientasi mahasiswa di kampusnya. Hans merupakan senior yang bertugas membimbingnya dalam tugas khusus masa orientasi mahasiswa, memotret hal unik yang ada di Yogyakarta serta membuat reviewnya. Berawal dari ketidaktahuan Mandira tentang fotografi sehingga membuatnya harus meminta bantuan Hans untuk menemaninya hunting foto, kedekatan di antara mereka terjalin hingga akhirnya mereka berpacaran. Kisah mereka sangat indah, penuh warna dan suka hingga akhirnya setelah dua tahun kebersamaan mereka, Hans menghilang begitu saja, meninggalkan Mandira tanpa alasan dan penjelasan apapun. Mandira memutuskan untuk tetap menunggu Hans bahkan setelah 3 tahun ia lulus, ia memilih untuk tetap stay di Jogja. Ia tetap setia meskipun tak ada gairah lagi dalam hidupnya. Layaknya secangkir espresso, kepahitan dalam hubungannya ia sesap sedikit demi sedikit karena semuanya berawal dari sebuah kenikmatan. Jiwanya kosong, hingga akhirnya takdir menuntunnya ke arah lain. Beberapa kali ia memimpikan seorang pria yang tidak ia kenal, dan ternyata pria tersebut betul-betul hadir dalam kehidupannya. Mario Ricci, seorang investor dan desainer perhiasan asal Milan, Italy. Akankah kehadiran Mario bisa menghapuskan kepahitan yang ditinggalkan oleh Hans? Bahkan jika di dalam kehidupan Mario sendiri pernah diwarnai dengan sebuah kisah kelam? Kita tak pernah tahu, hanya takdir yang bisa menjawabnya.

Customer Reviews
  • Belum ada review untuk buku ini.
Write Your Own Review
Write Your Own Review
  • Anda harus Login!

Harga

Rp. 59.500