Saguru Saelmu: Perang Hitam di Banten

( 0 Hal color + 224 B/W )

Sejak dipaksa ibunya masuk ke pesantren tradisional setelah pembunuhan ayahnya, Raka kian menjadi laki-laki energik, terkesan urakan, dan cepat tersulut amarah meski sebenarnya dia baik hati. Namun, ia menjadi lemah saat bayang-bayang pembunuhan itu terus menghantuinya. Tragedi mengerikan di depan matanya itu mengobarkan kesumat Raka. Berbeda dengan Angga, adiknya, yang dipesantrenkan di pesantren boarding school. Angga cenderung tertata dan disiplin, kadang kekanak-kanakan dan polos, tetapi tetap punya pendirian sesuai dengan apa yang dia kehendaki. Hal ini menjadikan Raka terkadang berpolemik dengan adiknya sendiri. Untung ada ibu yang menjadi penengah. Menjalin cinta dengan Hayyul, anak sang Kiai, membuat Raka harus rela menahan gejolak rindu di darah mudanya untuk sering bertemu. Benturan rindu dan rasa hormat pada ayah Hayyul terkadang membuatnya merasa kesepian. Akibatnya, ia banyak menghabiskan waktu di rumah dan jalanan sebagai mahasiswa perguruan tinggi negeri Islam di Banten. Hingga suatu hari, saat hendak menemui Hayyul, Raka jusru kehilangan jejak Hayyul yang konon dipesantrenkan oleh ayahnya di daerah Bogor. Namun, Raka merasa ada yang janggal terkait hal ini. Saat berada di titik keputuasaan dalam mencari keberadaan Hayyul, Raka mendengar kabar bahwa sebenarnya Hayyul berada di salah satu pesantren di kawasan kota santri Pandeglang, bukan di Bogor. Namun, lagi-lagi Raka tak bisa melacak keberadaanya. Semua santri bungkam lantaran Hayyul adalah anak seorang kiai besar. Raka semakin merasa ada kekuatan besar yang hendak menjegal cintanya. Maka Raka berusaha keras agar tidak terlambat. Ia bertekad, cintanya harus diperjuangkan.

Customer Reviews
  • Belum ada review untuk buku ini.
Write Your Own Review
Write Your Own Review
  • Anda harus Login!

Harga

Rp. 66.000