Taman Bunga

( 0 Hal color + 152 B/W )

Tembikar, orang nomor dua terpintar di Kampung Bawah, menerima amanah untuk meluruskan perilaku orang kampung yang mulai terkotak-kotak oleh isu yang diimpor dari Jakarta melalui televisi dan internet. Sebagai lulusan komunikasi, Tembikar berjuang memberikan literasi media pada orang kampungnya yang telah banyak berubah. Sejak internet dan televisi masuk, orang kampung setiap hari mendebatkan ajaran agama, bentuk surga, tafsir Al-Quran, kebijakan Jokowi, kelebihan Erdogan, serta apapun yang mereka anggap penting. Sambil terus mensosialisasikan bahaya hoax, Tembikar harus menghadapi Jurah bin Manaf, ahli surga yang berpotensi menghilangkan bidadari. Sobir bin Makruf, penafsir bebas ayat Al-Quran yang berbahaya. Rohali, ahli ibadah yang memiliki sifat riya. Serta Khaldun bin Madjedur dan Khundur bin Haikal, pembenci dan pecinta akut yang otaknya harus dicuci ulang. Bersama Luntah Sang Penyampai Pesan dan Badrul Sang Cendikiawan Kampung, Tembikar sedikit demi sedikit memberikan kesadaran pada orang Kampung Bawah. Tapi Tembikar sadar, tanpa bantuan ustad muda Maulawi, apa yang dikerjakannya akan sia-sia belaka. Namun Tembikar juga sadar, mengajak Maulawi bukanlah pekerjaan mudah. Selain masih menyisakan masalah dari masa lalu ketika mereka tertangkap di arena sabung ayam, Maulawi sendiri adalah pemuda yang sangat anti dengan internet.

Customer Reviews
  • Belum ada review untuk buku ini.
Write Your Own Review
Write Your Own Review
  • Anda harus Login!

Harga

Rp. 57.000