Metamorfosa, Karya Dua Generasi

( 0 Hal color + 82 B/W )

Hari ini final perlombaan karya ilmiah. Pertandingan antara aku dan Sayid. Semua perlengkapanku sudah masuk kedalam tas. Seragamku juga sudah rapi, ditambah jas mahal yang mama berikan padaku. Tapi itu semua tidak menumbuhkan semangatku. Aku teringat Sayid. Aku mengikuti lomba ini bukan untuk mendapatkan beasiswa, tapi untuk kebanggaanku sendiri, hanya untuk menunjukan akulah yang terbaik. Tapi dia menginginkan beasiswa untuk meringankan beban ibunya, ingin menyambung hidupnya, juga untuk kelanjutan belajarnya. AKU MEMANG EGOIS!. *** “Ini…” dia memberikan Koran pagi ini. Aku sudah membacanya, berita tentang kematian Tuan Haris, ayah Yumi. “Bukankah ini aneh? Kemarin ayahnya Nancy, sekarang ayahnya Yumi. Belum lagi dua korban sebelumnya, mungkin saja pembunuhnya sama..” “Kau pintar, tentu saja pembunuhnya sama” kataku dingin dan kembali berjalan tak mempedulikan Ridwan Ridwan berlari menyamakan langkahnya denganku “Kenapa kamu begitu yakin pembunuhnya sama?” Aku terdiam, tidak menjawab pertanyaan Ridwan. Apakah Ridwan mengetahui sesuatu?. Ridwan menarik tubuhku dan mendorong tubuhku ke dinding. Ridwan berdiri didepanku, kedua tangannya menghalangi jalanku. Wajah kami sangat dekat. Deg!..Deg! Jantungku memompa darah lebih cepat dari biasanya. Perasaan apa yang kurasakan ini?

Customer Reviews
  • Belum ada review untuk buku ini.
Write Your Own Review
Write Your Own Review
  • Anda harus Login!

Harga

Rp. 40.500