Flat Earth vs Globe Earth
Reza Akbar
Share
Harga

Rp. 81.000
ADD TO CART
Gramedia
ISBN : 978-623-224-377-4
e-ISBN : 978-623-224-378-1
Isi Buku 216 Halaman (0 Colour + 216 B/W)

Salah satu kritik terhadap teori-teori ilmiah yang akhir-akhir ini sering didengar adalah kritik komunitas Bumi datar terhadap sains. Mereka mengklaim bahwa bukti visual foto Bumi merupakan suatu bentuk kebohongan. Foto-foto tersebut dinilai tidak konsisten dari segi warna, ukuran, dan bentuk Benua. Padahal, foto-foto tersebut menjadi satu-satunya bukti verifikatif observasional yang tak terbantahkan.
Menurut Popper, hadirnya sederet bukti-bukti yang sesuai dengan hipotesis untuk memperkuat teori adalah sesuatu yang sulit dipercaya, bahkan tidak masuk akal. Kebenaran teori sains tidak dapat pernah didukung oleh bukti-bukti observasional sehingga tidak mungkin jika sebuah teori membuat begitu banyak prediksi yang semuanya sesuai dengan yang diharapkan. Apabila pemikiran Popper ini dikaitkan dengan bukti visual foto Bumi yang selama ini diakui kebenarannya maka konsekuensinya adalah foto-foto tersebut sebenarnya tidak dapat memperkuat atau memperlemah bagi teori Bumi bulat.
Adapun menurut Kuhn, perubahan saintifik dalam skala besar selalu membutuhkan dua hal yaitu krisis dan paradigma baru. Dengan mengkaji pandangan Kuhn, dapat dilihat progres yang dialami oleh masing-masing teori. Progres sains dari kedua teori hingga saat ini menjadi kajian yang penting dan menarik karena akan tampak pencapaian dan kekuatan masing-masing teori, serta peluang kelanjutannya di masa mendatang.
Perdebatan bentuk Bumi ini dalam tataran praktis ternyata memengaruhi paradigma dalam penentuan arah kiblat umat Islam. Namun, hal tersebut dapat ditengahi melalui suatu kaidah saintifik sederhana yang di dalam buku ini diuraikan melalui teori dialektika.
 
kiki
21 April 2020
sebenarnya bumi itu bulat ato datar sih ya? hehe
Rekomendasi